Dinas PPA Mengunjungi Kediaman Seluruh Korban Pelecehan Seksual

DIBERITA.COM | Tulang Bawang Barat – Bentuk kepedulian pemerintah daerah pada keluarga korban yang telah mengalami peristiwa menyakitkan dalam sejarah hidupnya.

Diwakili Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, Dra. Bayana, M.Si
Mengunjungi kediaman seluruh korban pelecehan seksual, kedatanganya kali ini bertujuan untuk memberikan semangat dan suport kepada korban, yang sedang mengalami trauma berat akibat kejadian buruk yang tidak dapat terlupakan dalam sejarah hidupnya, meski demikian keadaan ini tidak boleh berlarut-larut, untuk itu pemerintah daerah melalui instansi terkait akan segera melakukan pengawasan dan penanganan secara serius, semua korban agar kondisi traumanya segera pulih akan dilakukan psikologis secara berkala, Kendati demikian tentunya peran serta orang tua dan masyarakat sekitar juga sangat di butuhkan demi segera pulih mental dan mampu kembali lagi ke bangku pendidikannya masing masing.

Pada kunjungan nya kali ini Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat : Dra. Bayana, M.Si, di dampingi Kepala Dinas PPPA Munyati.S.Pd.M.M.Pd, Sekretaris DPPPA: dr.Wita Hestriani.M.Kes Kabid. Pemenuhan Hak Anak : Sulistyoningsih.S.Psi
Kepala UPTD PPA : Ni Putu Fina Elyonasari S.Tr.Keb Mediator UPTD PPA : Nuning Ika Daniati S.ST., M.Kes Komnas PA : Ninuk Ariyati.

Kegiatan kali ini diawali dari Tiyuh Tirta Kencana, Tiyuh Makarti, Kelurahan Daya murni dan diakhiri di Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Jum’at 6/6/2023.

Disampaikan Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat : Dra. Bayana, M.Si, Bahwa ini adalah peristiwa yang merugikan banyak orang bukan hanya mencoreng citra Pondok Pesantren dan pendidikan Agama juga merugikan Pemerintah daerah Tubaba, khususnya lagi telah menghancurkan hidup para santri.

” Salah satu trauma Hiling kepada para korban sebagai bentuk suport supaya mereka kuat untuk tetap melihat masa depan yang lebih baik lagi kita memastikan juga untuk keluarga besar korban bahwa pemerintah juga ikut mensuport bagaimana caranya mencari jalan keluar yang terbaik bagi pendidikan anak-anak ini dan bagaimana penguatan untuk mental anak-anak nantikan ada pendampingan dari sikologi melalui Dinas PPA dan kita harapkan selama dalam pendampingan bisa memulihkan kepercayaan diri anak-anak tersebut kemudian mampu memulihkan kesehatan dan kepercayaan diri sehingga dia bisa semangat melanjutkan pendidikan kita tidak mau trauma ini membuat dia tidak lagi mau sekolah karna peristiwa ini kan sebuah musibah semua tidak ada yang menginginkan peristiwa ini terjadi, hari ini kita yang mendapatkan musibah besok atau lusa bisa juga kita semua untuk itu atas musibah ini mari kita bersatu padu baik pemerintah daerah melalui Dinas PPA dan seluruh lapisan termasuk aparatur Tiyuh dan masyarakat luas, kita harus kerahkan bagaimana para korban ini bisa cepat pulih, “ujar Dra. Bayana, M.Si.

Lebih lanjut Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat menyampaikan,
” Kemudian pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak Polres Tubaba dan bersyukur pihak kepolisian sudah bertindak cepat dalam menangkap para pelaku, kita harapkan dalam proses mengambil langkah tepat, dan kita harapkan dalam proses, peristiwa ini kan sebetulnya merugikan bukan hanya dimana mereka bersekolah tapi juga merugikan seluruh tempat pendidikan yang berbasis Agama, seluruh Pondok pesantren, menjadikan orang trauma oleh sebab itu kan ini merusak citra pendidikan, berbasis agama dimana tempat itu untuk belajar agama tapi yang terjadi justru sebaliknya, jadi pemerintah daerah berharap Polres bertindak tegas dan memberikan hukuman yang tertinggi dari aturan yang ada, mudah mudahan dapat memberi efek jera bagi yang lain,
Kemudian hari senin yang akan datang kita akan mengumpulkan seluruh pimpinan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang akan di fasilitasi oleh Kemenag pada saat itu kita akan mengadakan pembinaan bahwa ini kan tidak hanya mencoreng lembaga pendidikan boarding school pondok pesantren sudah menghancurkan hidup beberapa santri yang menjadi korban tapi juga mencoreng pemerintahan ini, harapan kita tentunya akan ada upaya yang kita tempuh, mungkin kita akan melakukan pembinaan secara bertahap dengan Kemenag kepada setiap pondok agar pondok pesantren itu juga mempunyai suatu komitmen disamping mendidik juga menjaga para santrinya, ” pungkasnya. (Nopri)

(Visited 34 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *