Diduga Pihak Dinkes Tuba Tarif Biaya Atas Program BPJS Gratis

Tulang Bawang – Program Badan Penyelanggara Jaminan Sosial Gratis ( BPJS Gratis ), melalui pemerintah daerah, yang kemudian di kelola Dinas Kesetan Kabupaten Tulang Bawang, guna rangka untuk membantu kesejahteraan masyarakat, namun hal itu di sinyalir ada oknum yang diduga melakukan pungli saat pengurusan berkas.selasa 20/12/22.

Hal tersebut dikeluhkan, salah seorang yang mengaku usai mengurus BPJS di Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang, yang katanya mengurus pemberkasan di tarik kisaran Rp.250.000 hingga, 300.000 karena menurutnya jika ia tak memberikan hal itu ia tak mendapatkan kelancaran dalam program BPJS.
“Iya saya ikut program itu, ya saya mengejar program itu karena sangat membantu bang, paling saya cuman bayar administrasinya saja 250 ribu, ada juga yang 300 ribu, karena kalau gak gitu gak lancar bang” ungkap nara sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Elsy Amd.Kep. selaku subkoordinator / kasi rujukan bidang yankes, menjelaskan bahwa (BPJS Gratis ) tersebut masing-masing terdiri dari 3 unsur, antara lain, pusat, provinsi dan pemerintah daerah, jadi saat ini yang di kelola pihak dinas kesehatan ialah kuota dari pemerintah daerah ( Pemda ), sebanyak 16.000 di tahun 2022.
Akan tetapi dari sekian banyak nya kuota tersebut pihak dinkes mengatakan bahwa selalu kekurangan kuota, di karenakan telah terpakai 99%, dan harus menyiapkan kuota kosong untuk bayi.
“Kalau pusat kita bisa ngusulin, berapa jumlahnya, tetapi kita kan tidak punya dana cuman bisa ngusulin brapa peserta, jadi yang kita kelola di dinas kesehatan ini dari pemda, jadi berapa uang yang dikasih pemda itu yang kita kelola, lalu kita kaliin berapa.
Karena itukan yang di hitung perorang bukan per kk”. Jelasnya.
Lanjut_ “Misalnya tahun ini kuota kita sudah terpenuhi 16.000, tahun depan duit kita tidak ditambah.karena yang bayarkan pemda. kalau pemda tidak nambah uang kita, upah nya mau ngambil dari mana.
Secara logika coba kamu bayangkan duit kita tidak pernah di tambah, kita juga harus menyiapkan kuota kosong untuk bayi, sedangkan orang yang minta di aktifin, dan bayi yang lahir harus kita tangguh, Jadi perkara dipake atau tidak di pake, itu harus tetap dibayar bpjs itu.
Karena disini kalau tidak urjen tidak kita terima,karena itu nambah peserta, karena kita menyiapkan kuota kosong itu setiap tahun paling tidak sampai 200, sedangkan sisa kuota kita setiap tahun itu sudah pasti terpakai, karena peserta itu setiap tahun bukan nya berkurang”.Terangnya.
Selain itu Elsy Amd.Kep., juga menerangkan bahwa pihak dinas tidak ada pembagian atau pembatasan kuota untuk setiap kecamatan, karena di puskesmas masing masing mempunyai wilayah, oleh sebab itu masyarakat yang datang ke dinas kesehatan ( Dinkes ), tidak harus dari perkecamatan, di karenakan kuota tersebut menyeluruh, dan sudah di terapkan dari dahulu.
“Untuk pembagian kuoata pihak dinas tidak ada pembagian atau pembatasan kuota untuk di setiap kecamatan, karena puskesmas masing masing punya wilayah, jadi kalau untuk jam itu kita tidak berbagi, karena data itu dari dulu itu itulah, jadi paling kalau kita perbaharui data paling karena meninggal, atau ada yang pindah, itu aja yang kita iniin. Jadi pasti berkurang data nya. Nah jadi itu kita penuhi lagi data nya.
Kalau di bagi perkecamatan ke ini nggak, karena yang dateng kesini tidak harus dari kecamatan ini atau dari kecamatan sana, nggak ada.
Jadi untuk kuota tersebut menyeluruh.dan sudah dari dulu. Karena kita disini menerima pengaktipan dan bayi yang baru lahir itu punya hak. Dan kita masukin menjadi peserta”.Ujarnya.
Disisi lain, atas rumor yang beredar bahwa pihak dinas kesehatan ( Dinkes ), melakukan pungutan liar ( Pungli ), atas program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Gratis ( BPJS Gratis ).
Elsy Amd.Kep., selaku subkoordinator / kasi rujukan bidang yankes menjelaskan bahwa terkait indikasi tersebut pihak nya menolak, ia juga mengatakan bahwa yang banyak ada di dinas sosial karena peluang nya ada di pihak dinas sosial.
“Sering media datang minta tolong aktifin, cobalah kamu tanya dengan diorang.
Jadi begini, saya jelaskan, sebelumnya saya sudah tau tujuan nya kemana, saya dan staf saya dari awal sudah terapkan itu,saya gak mau, jangankan itu saya mau minta, mereka ngasih aja saya tolak kalau disini.
 Tapi yang perlu kamu tegaskan itu bpjs gratis itu ada 3, kami ini cuman dari pemda, dan itu kuota nya terbatas,dan yang banyak itu ada di dinas sosial itu, jadi jangan berpaku di sini yang mungut biaya gitu lo, karena peluang nya juga ada di sana,.
Jadi kalau ada indikasi dan kalian sudah temuin orang nya tolong bawakan kesini, karena saya di sini dari tahun 2020 tidak pernah menerapkan itu”.Jelasnya.
Lanjut_ “Saya terbuka, banyak yang sudah komfirmasi terkait itu, saya malah saya cari sumber nya dari mana karena saya pingin tau, dan kami capek lo andtry itu, karena 5000 – 10.000 staf saya itu sudah senang, apa lagi seperti saya tidak ngurus itu, saya paling tau laporan setiap bulan berapa gitu,karena saya gak pernah ngurus andtry ataupun peserta, apa lagi saya sudah mungut biaya, karena yang perlu saya ketahui itu data baik itu bpjs bik box itu saya, karena kalau ada masalah pasti ke saya, untuk menjelaskan ke peserta atau pun andtry itu tugas staf saya. Dan saya juga bilang kalau ada yang mau bayar tolong hadapin ke saya, jadi kalau ada di antara staf saya gak papa , silahkan tindak lanjuti, kalau saya terbuka aja”.Tegasnya.
Lebih lanjut_ “Jadi kalau sudah ketemu tolong kalau ada narasumber nya ,yang bisa nunjukin si a si b saya berterimakasih alhamdulillah, soalnya banyak di unit unit itu. Kata dia satu orang 100 ribu, kalau di kk itu 5 orang udah 500 ribu, sedangkan kami di sini beramal soleh”.Tutupnya.(towi)
(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *