MPC Pemuda Pancasila Pesisir Barat Mengecam Keras Aksi Bejat Yang Dilakukan Oleh Oknum Guru Sekolah Dasar (SD).

Pesisir Barat – (diberita.com)

MPC Pemuda Pancasila Pesisir Barat mengecam keras aksi bejat yang di lakukan oleh oknum guru Sekolah Dasar (SD) yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah setempat.

Yusef Arfat Ketua Pemuda Pancasila Pesisir Barat melalui Sekretaris Muhammad Azhar “mengatakan pihak nya sangat geram serta mengecam keras atas perbuatan guru di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Lemong.

“Pelaku kan seorang guru agama, sekaligus guru ngaji seharusnya dia mengetahui bagaimana cara mendidik serta mengayomi siswa/i nya menjadi lebih baik, bukannya justru melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma, agama dan aturan yang berlaku.

Kita sangat mengecam keras perbuatan pelaku,” jelasnya saat di konfirmasi, Rabu, (12/12022).

Sebagai guru agama seharusnya pelaku menanamkan nilai-nilai kebaikan serta menumbuhkan rasa nyaman kepada siswa/i pelar, agar siswa/i itu bisa maju dan berkembang.

Akibat ulah nya tersebut saat ini korban mengalami trauma yang cukup berat yang bisa mengancam masa depan siswa/i itu, serta merusak generasi penerus kita kedepan

“Tugas kita saat ini melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk melakukan pemdampingan terhadap korban untuk memulihkan kondisi psikis korban yang terguncang akibat kejadian yang memilukan itu,” jelasnya.

Muhammad Azhar medukung penuh Aparat Penegak Hukum (APH), agar pelaku di berikan sanksi seberat-berat nya atas perbuatan yang di lakukan hingga dilakukan pemecatan setelah hasil pemeriksaan dan vonis pelaku keluar.

“Perbuatan pelaku jelas mencoreng nama baik dunia pendidikan, sanksi tegas berupa pemberhentian secara tidak hormat sebagai PNS harus di lakukan,” ungkapnya.

M.Azhar berharap kejadian seperti ini tidak lagi terjadi kedepan nya, untuk itu perlu kerjasama antara dinas terkait untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak untuk memastikan mereka mendapatkan hak mereka sebagai warga negara indonesia.

“Kedepan sebaiknya mengoptimalkan perlindungan terhadap siswa/i dengan bekerjsama dengan pihak terkait agar hal semacam ini tidak lagi terjadi, dan untuk para guru jadilah contoh yang baik jangan sampai mencoreng nama baik dunia pendidikan terlebih di Bumi Negeri Para Sai Batin dan Ulama ini,” pungkasnya. (red)

(Visited 170 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *