PWI-Polri Sepakat Usut Penyebar Video Hoax Kerusuhan di Metro

  • Whatsapp

DIBERITA.COM, Metro – Pasca beredarnya video hoax menggambarkan kerusuhan antara pedagang dan petugas yang disebut terjadi di Kota Metro, kini aparat Kepolisian Resort setempat mengusut dalang penyebar video.

Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati melalui Kasat Intelkam IPTU Harminto menyampaikan, video kerusuhan yang berlangsung dipasar tersebut benar terjadi, namun bukan di Kota Metro.

“Ini lokasi kejadian yang sebenarnya di Pasar Kartini, Peunayong Banda Aceh, sekitar pukul 01.00 WIB pada 24 mei 2021 yang lalu. Ini video kericuhan antara pedagang dengan petugas Satpol PP. Jadi video yang beredar dan menyebut terjadi di terminal Metro Pusat adalah hoax,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, (16/7/2021).

Ia mengaku, kini tim cybercrime Polres Metro tengah memburu pelaku penyebar video hoax tersebut. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya apalagi terpancing dengan kabar yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

“Kasian kota Metro yang selama ini dikenal dengan kota yang kondusif tolong harus jadi korban penyebaran hoax oleh orang tidak bertanggungjawab. Sekarang tim masih mengusut penyebar video hoax tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro mendukung aparat Kepolisian Resort setempat untuk memburu pelaku.

“Kami sangat mendukung upaya Polisi untuk mengungkap dalang penyebar video hoax tersebut, agar kejadian ini tidak kembali terulang,” ucap Ketua PWI Metro, Rino Panduwinata.

Ia juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk tidak mudah percaya kabar yang beredar tanpa mengkonfirmasi kebenarannya. Menurutnya, sumber yang dapat dipercaya ialah informasi yang disajikan di media massa kredibel.

Ia menegaskan, saya pastikan video kerusuhan tersebut hoax dan tidak benar, apalagi saya asli warga Kota Metro.

“Kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar bohong dan bersama memerangi Hoax dengan mengkonfirmasi kembali setiap informasi yang diterima. Selain itu bisa juga mencari sumber informasi dari media massa yang kredibel serta narasumber yang dapat dipercaya,” pungkasnya.

Diketahui, pada Kamis (15/7/2021) sekira pukul 20.00 WIB beredar video berdurasi 29 detik yang menggegerkan masyarakat Kota Metro. Video yang mempertontonkan kericuhan antara pedagang dengan petugas Satpol-PP itu tersebar luas di pesan berantai WhatsApp.

Dalam video hoax itu tertera pula teksmaps lokasi Terminal Metro Pusat. Sementara saat video tersebut beredar, aktivitas jual beli pedagang dikawasan terminal Kota berjalan lancar dan kondusif.

Akun Instagram resmi @Polresmetro_lampung juga telah menjelaskan bahwa video yang beredar tersebut berasal dari Banda Aceh pada 24 mei 2021 yang lalu. Vidio kericuhan tersebut berawal saat petugas hendak memindahkan para pedagang ke lokasi Pasar Almahira Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Dalam video tersebut terlihat pedagang melempari petugas Satpol-PP dan Polisi dengan peti tempat penyimpanan buah dan sayur, hingga mundur menyelamatkan diri. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *