WaRu, Kota Metro Harus Jadi Kota Berprestasi Olahraga

  • Whatsapp

Diberita.com – METRO —Sebagai kota yang banyak melahirkan atlet Nasional, Metro selalu menjadi perbincangan ketika prestasi olahraganya merosot akibat pengelolaannya belum maksimal.

Hal itu disinggung oleh Drs H Qomaru Zaman yang saat ini sedang berjuang untuk berkompetisi dalam pilkada Kota Metro 2020 mendampingi calon walikota dari jalur perseorangan, dr H Wahdi S, Sp.OG.

Putra tokoh Muhammadiyah Lampung, H Kasiro (alm) menuturkannya saat memantau Lapangan Samber, Jumat (14/8).

“Saya ingin mewujudkan Metro itu sebagai Kota Atlet dengan segudang prestasinya,” ucapnya.

Kadang, kenang Qomaru saat kita mengikuti upacara di stadion Tejosari memperingati hari-hari besarNasional, adaperasaan malu dengan tamu. Pasalnya, stadion besar

Yang di bangun dengan biaya besar kondisinya memprihatinkan. Bayangkan, sarana air bersih semacam toilet, tidak ada sama sekali.

Didampingi seorang sarjana tekniksipil, Qomaru menguraikan focus pikirannya terhadap pembangunan dunia olahraga di Metro.

Pria asli kelahiran Kota Metro itu pun melanjutkan pembicaraannya tentang bagaimana harapan masyarakat selama ini dan kedepannya.

Diakuinya, pembangunan itu bukan simsalabim, lalu jadi.“Bukan, bukan begitu,” ujarnya.

Harus direncanakan secara detail melibatkan insane olahraga dan praktisi olahraga yang selama ini berkecimpung mengurus cabang-cabang olahraga yang ada di Kota Metro. “Kita ketahui selama ini beberapa atlet angkat besi Metro mampu menjadi peraih medali di tingkat olimpiade. “Kita masih ingat bagaimana Eko Yulianto hanya satu-satu atlet Indonesia yang meraih medali perak,” ujar Qomaru.

Dan itu terjadi beberapa tahun lalu di olimpiade yang diselenggarakan di London, Ingrris.

“Kami,WaRu sudah melihat beberapa cabang olahraga yang banyak melahirkan atlet, seperti Vollybal, beladadiri (Karate, taekwondo, silat, kempodsb) termasuk sepakbola harusbenar-benardibina dan dikelola oleh orang yang paham tentangolahraga.

Sejak Kota Metro menjadi daerah otonom setingkat dengan status kabupaten atau kota lainnya tahun 1999 Metro menjadi lumbung atlet Nasional, apalagi Lampung dan dari tahun itu sampai 2018 KONI memang dikelola orang yang tepat.

Selama dilaksanakannyaPorprov dari tahun 2006 sampai 2017 Kota Metro selalu berada di kelompok lima besardari 15 kabupaten/kota.

“Bahkan tahun 2006 Metro runner up (posisikedua) setelah Bandarlampung,” kata dia yang ternyata hafal betul dengan prestaasi olahraga Kota Metro dari tahun ketahun.

Kita harus bangkitkan lagi prestasi olahraga Kota Metro. (Rizky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *